Juni 2013

Pada dasarnya wallpaper merupakan hal yang lumrah di mata user komputer, setiap kali kita membuka laptop atau menyalakan komputer untuk memulai aktivitas, wallpaper desktop seakan- akan menjadi jendela utama, dan yg lebih penting lagi
"Karya adalah kebanggaan tersendiri" 
untuk apa mendownload wallpaper karya org lain jika bisa membuat sendiri ?
jawabannya simpel.. "Karya mereka lebih bagus", iyaa kan ?? :D
berikut sedikit tutorial untuk membuat wallpaper text sendiri. but remember...
"Mulailah belajar dari kreasimu sendiri, tutorial hanya sebagai referensi".
Sebelumnya saya anggap agan2 sudah memiliki Adobe Photoshop. terserah versi apa.
yuk simak..

1. Buka jendela photoshop, Klik File > New (Ctrl+ N) > Atur ukurannya sesuai gambar dibawah, atau sesuaikan sendiri


2. Setelah itu ganti warna background sesuai warna kesukaan agan, saya lebih suka warna hitam, kean artistik yg cool dan mantap (y). Gunakan Paint Bucket Tool.


3 Next, Buat Layer Baru (New Layer) > pilih Brush Tool > Sesuaikan Warna > Posisikan Hardness di angka Nol > Tebar ke workplace.


  
4. Sesuaikan permainan gambarnya dengan Eraser Tool > Hardness "0".


5. Masukkan Text yang agan inginkan, disini saya memakai kalimat "PORTAL NOTE", terserah agan mau pakai text apa. Gunakan Text Tool.


6. Atur efek text, Klik Kanan layer Textnya > Klik Blending Options > Gunakan Bevell and Emboss untuk membuat gambar 3D > Hilangkan warna dasar dengan cara menarik panel di Fill Opacity ke Nol.

7. Sekarang buat Background Teksnya New Layer > Pen Tool > Stroke Path > Pilih Brush/Pencil > centang kotak Simulate Pressure.



8. Ganti type text ke type gambar, Klik Kanan Layer Text > Razterize Type

9. Sekarang beralih ke teknik Masking, Pilih Marquee Tool > Aktifkan Layer Text Background > Klik kanan pada workplace > Pilih Load Selection > Klik OK.


 
 10. Klik kanan selected Area > Layer Via Cut.

11. Berikan Effect pada layer tadi. Effect > Blur > Gaussian Blur.


12. Gabungkan layer Text Background dengan layer yang telah di Cut (Layer 3). Klik Layer Background > Tekan dan Tahan Tombol Shift > Klik Layer 3 > Klik Kanan > Merge Layers.


13. Klik Kanan pada Layer > Blending Optioons > Gunakan Outer Glow untuk memberi Outline Garis > Gunakan Color Overlay untuk mengganti warna Garis.


14. Next, Buat tambahan artistiknya, disini saya menambahkan Ilustrasi Mata menggunakan Pen Tool > Stroke Path > Blending Options > Gradient Overlay > Bevel and Emboss.





15. Tambahkan text Bayangan dengan cara Duplicate Layer PORTAL NOTE > Atur Ukuran > Seret Layer ke Bawah Layer PORTAL NOTE > Klik Kanan Layer > Clear Layer Style > Sesuaikan Opacity > Gabungkan layer




16.Atur Gradiasi Warna sesuai Keinginan, saya sendiri memakai Hitam dan Putih karena warna Andalangku.. :D, Klik Kanan Layer > Blending Options > Gradient Overlay.


17. Tambahkan Teks Lagii, dan Gunakan Brush untuk memambah Efek silaunya.


17. Finishing.. Flatten Image and Save.


TAAADAA..!!
And Finish,, ini Hasilnya. Jadikan Wallpaper, saya rasa untuk itu ga usah di kasi tau kalee.. :p

Silahkan Komentar Gan.. kalau agak bingung.. Tanya di Kolom Komentar atau biar cepet solusinya.. bisa di Facebook Saya. selamat berkreasi

"Kelak kan ku tuliskan sesuatu dari pena yang tak bertinta ini".

Seakan syahdu memainkan angkasa tak berpura, hidup dalam kepura - puraan mencari kepastian yang semu terdiam, ingin ku tuliskan sebuah skenario permainan yang ku jalani sendiri layaknya seorang Gamer tanpa cheat tanpa trik khusus, kemanakah tulisan ini akan berakhir, hanya sekian dari yang kesekian sastra tak lagi menjadi sebuah keindahan, akankah Indonesia ini kehilangan seninya sendiri. ?
Permainan kebudayaan yang kian berimbas terhadap pola berfikir adik - adik dan anak - anak kita kelak yang sekarang beranjak dewasa menjadi seorang yang di manjakan teknologi. masih adakah cikal bakal pemimpin di negeri ini yang berjalan dengan senyum penuh harapan memakai seragam sekolah mereka.
Hari ini (12 Juni 2013) kulihat keterpurukan cikal bakal bangsa ku yang berjalan diselimuti teknologi tanpa sadar sejauh mana teknologi itu akan merusaknya.
Aku hanya seorang mahasiswa  yang juga membutuhkan teknologi untuk keperluan tugas dan script - script layaknya cacing menyampah, dan saya salah satu "KORBAN" dalam konteks ini. Jujur kemunafikan ada di diri ini, tulisan ini yang seakan menentang teknologi masa kini. tapi maaf bukan Teknologi yang menjadi musuh utama dalam tulisan ini. sekali lagi bukan teknologi. musuh yang sebenarnya adalah Kita, aku dan kalian. kita menyampahkan semua perkataan Sok Bijak baik dari blogger seperti ini maupun jejaring sosial.
dan bahkan ketika pena bertinta di tangan hanya menjadi pajangan diantara 2 jari menjepit tanpa tahu memfungsikannya. Indonesia ku rindu orang yang berkeringat menghabiskan tinta pena-nya menuliskan semua Kekuatan, dan Kelemahan. bertindak irrasional dan merasionalkannya.
Keloyalitasanku terhadap negeri ini juga masih menjadi pertanyaan yang memusingkan. apakah aku sanggup..? apakah aku bisa ? dan apakah aku benar - benar kuat memikirkan kalimat "Kelak ku kan tuliskan sesuatu dari pena yang tak bertinta ini". sangat tidak logis. betul sangat irrasional.

Lantas ku lihat seorang anak berjalan dengan seragam sekolah Putih Merah memegang sebuah pensil.
kembali ku bertanya "Mungkinkah anak itu menulis dengan pensil yang kehabisan karbon", aah mungkin jika habis dia kembali merengek kepada orang didekatnya untuk dibelikan sebuah pensil. Dalam konteks ini anak - anak kebanyakan tidak lagi bertindak sesuai nalurinya inilah hasil dari ke-instan-an yang sangat memprihatinkan.
Kulihat lagi beberapa orang berjalan, berlari, tertawa, menangis, menawar, berdebat, teriak, membaca, dan masih saja aku bertanya, apakah dia sanggup.? kulempar pulpen di tanganku dan duduk menatap sekelilingku, mencoba merasakan dan memposisikan diri sebagai mereka yang ku lihat, dan masih saja aku terjebak dalam kelinglungan.

Lebih dari 15 menit aku terdiam memposisikan diri sebagai mereka, sekarang aku jenuh, dan tertunduk kemudian menertawai kebodohanku berpikir seperti ini, dan berkata "Tidak akan ada Manusia yang akan sadar",

ku ambil pulpen tanpa pena itu yang sudah membentuk garis pada pasir yang telah dipikul beramai - ramai oleh gerombolan semut. aku tertawa sehina itu kah manusia dikalahkan oleh semut yang mampu menulis walau hanya segaris dengan pena tanpa tinta.





dan sekarang aku yakin Indonesia benar - benar membuthkan seseorang yang mampu berpikir irrasional, tidak dengan pemikiran yang dimanjakan teknologi. [j]

***

12 Juni 2013 (Pena Tak Bertinta)

Posted on

12 Jun 2013